Makanan Stamina

Syifa Abdullah
kepada rekan atau adik2 pagar nusa. selamat latihan yang keras guna menghadapi tanggal 23 di nanti. kemaren aq udah jelasi tentang makanan pembangkit performence. . . di sini aq akan jelasin lagi makan yang membuat tidur qta menjadi nyenyak. sebab tidur banyak orang yang menganggap spele tapi pengaruhnya besar. sebab dalam tidur tubuh kita sebenarnyadi service ulang dengan sendirinya setelah beraktivitas.maka dari itu ini daftar makanan2

1. bayam
2. roti gandum
3. pisang
4. kedelai
5. daging ayam atau ikan tanpa lemak

ok di dalam daftar itu silahkan anda pilih salah 1 yang anda sukai atau bisa. dan untuk waktu tidur usahakan secukup2nya 8 jam, seminimal mungkin 6 jam. sebab kalo tidurnya masih kurang maka tubuh untuk beraktivitas kembali kurang fit. dan terus untuk posisi tidur yang baek usahakan terlentang . sebab kalo posisi tidur tengkurep akan memberatkan kerja jantung begitu pun dengan posisi tidur miring ke kiri. ok silahkan mencoba

By pagarnusa Posted in Uncategorized

5-6 Intern Turnamen pagarnusa gresik

Tanpa terasa satu bulan lagi Pagar Nusa Gresik akan mengadakan kegiatan besar dan spektakuler yaitu “Event and Festival Pagar Nusa Gresik 2011″. Banyak para Ranting/Rayon yang sudah konfirmasi untuk keikutsertaan atlet.
Sudah siapkan kalian tanggal 05-06 Maret mendatang ….
Diposkan oleh pagar nusa gresik di gresik 09:31

By pagarnusa Posted in Uncategorized

Pelatihan Pelatih / Pelatihan Pembina Pencak Silat

Assalamu’alaikum Wr. Wb.

Dalam rangka pengembangan Ikatan Pencak Silat Nahdlotul Ulama Pagar Nusa di seluruh lingkungan lembaga pendidikan sebagai Program Khusus untuk Tahun 2010, bersama ini kami bermaksud menyelenggarakan “Pelatihan Pelatih / Pelatihan Pembina Pencak Silat” yang akan dilaksanakan pada :

Tanggal : 12 s/d 14 Maret 2010

Cek in Peserta : 12 Maret 2010

Pembukaan : 13 Maret 2010

Tempat : PP. Syaichana Cholil Bangkalan Madura

Pakaian : Seragam Pencak Silat (Pagar Nusa)

Berkaitan dengan hal tersebut di atas, bersama ini mohon dapatnya menugaskan 4 (empat) Peserta sebagaimana kriteria dalam proposal.

Adapun peserta Pelatih / Pembina Pencak Silat diharapkan membawa :

1 Surat tugas dari Ketua PC Pagar Nusa Kab./Kota Setempat

2 Membayar kontribusi @ Rp. 100.000,- / peserta

3 Seragam Pencak Silat (Pagar Nusa)

4 Pas foto warna ukuran 3×4 sebanyak 4 lembar (Berseragam Pencak Silat)

5 Membawa foto kopi ijasah terakhir dan/atau surat keterangan kuliah

Selama pelaksanaan kegiatan konsumsi ditanggung peserta

Demikian atas perhatiannya dan bantuan saudara kami ucapkan terima kasih.

Wassalamualaikum wr. wb.

Pimpinan Wilayah

Ikatan Pencak Silat Nahdlotul Ulama

Pagar Nusa Jawa Timur

H. Faidlol Manan, S.Sos H. Sholahudin Fathurrohman, SH,.MSi

Ketua Sekretaris

By pagarnusa Posted in 1

KEJURCAB PAGAR NUSA SURABAYA 2009

Pengumuman

Kejurcab Pagar Nusa Surabaya akan di selenggarakan pada tanggal 24-25 oktober 2009 dan Tempatnya di kantor PWNU Jl.Masjid Akbar n0.9 Surabaya

Kelas yang di pertandingkan adalah:

1. Usia Dini :1.Usia 7-12 th. Mulai BB 21-23 kg dan seterusnya. kelas A s/d D

2.Pra remaja : Usia 12- 15 th. Mulai BB 29-31 Kg dst..Kelas A s/d E

3. Remaja : Usia 15-17 th. Mulai BB 39-42 Kg dst .. Kelas A s/d E

4. Dewasa : Bebas Usia. Mulai BB 45- 50, 50-55. Kelas A dan B

Bagi atlit yang berat badannya lebih dari kategori yang di pertandingkan diperkenankan mengikuti kategori usia diatasnya. sebaliknya batas usia melebihi ketentuan, tidak diperkenankan mengikuti kategori usia dibawahnya.

Kategori Seni :

1. Jurus Tunggal PA dan PI

2. Berpasangan Senam Gerak dasar Paket SD A-B . minimal 2 pasang ( 4 peserta ) maksimal 5 pasang . dengan iringan musik sholaewat ( bebas Putra danputri )

3. Senam Paket SLTP ( boleh prapatan )

4. Ganda Beladiri

5. Festifal Bebas.

Ketentuan peserta :

1. peserta kejurcab ranting yang berada dalam lingkup Pagar Nusa Surabaya dan daerah – daerah lain sebagai peserta kehormatan.

2. Uang pendaftaran Rp 30.000 setiap kategori.

3. Melunasi Iuran wajib ranting tahun terhitung sampai agustus 2009 termasuk paserta kehormatan.

4. menyerahkan foto kopi Ijazah, KSK, ( ditunjukkan Asli pada saat mendaftar) Foto ukuran 3×4 2 lembar.

5. pendaftaran dilaksanakn mulai.1 – 19 oktober 2009 .loting tanggal 20 Oktober di kantor PWNU Jawa timu Jl. masjid akbar Timur 9 Sby.

PANITIA TIDAK MENERIMA PESERTA SUSULAN YANG DIDAFTAR SETELAH PENGAMBILAN UNDIAN /LOTING.

RENCANA JADWAL PELAKSANAAN KEJURDA

Tanggal 27 Mei 2009
19.00-selesai : Teknical meeting dan looting.

Tanggal 28 Mei 2009
08.00-12.00 : Babak Penyisihan I
13.00-17.00 : Babak Penyisihan II
19.00-selesai : Pembukaan Kejurda, dilanjutkan Babak Penyisihan III

Tanggal 29 Mei 2009
08.00-12.00 : Babak Penyisihan IV
13.00-17.00 : Babak Penyisihan V
19.00-selesai : Babak Penyisihan VI

Tanggal 30 Mei 2009
08.00-12.00 : Babak Per empat Final
13.00-17.00 : Babak Per empat Final
19.00-selesai : Babak Semi Final

Tanggal 31 Mei 2009
08.00-12.00 : Babak Final
13.00-selesai : Penutupan Kejurda

By pagarnusa Posted in 1

Kharisma Gus Maksum Masih Terasa


Kharisma Gus Maksum masih dirasakan oleh banyak orang, terutama warga Kediri, Jawa Timur, terkhusus aggota perguruan Pagar Nusa. Meski almarhum sudah pergi menghadapIlahi tiga tahun silam, namun tak membuat para santrinya merasa kehilangan panutan. Kini Kyai yang dikenal punya banyak ilmu kejadugan (kanoragan, Red) itu terasa hadir dalam banyak kerumunan orang yang sengaja datang untuk memperingati acara haul ketiganya.

Pagi itu suasana pondok pesantren Salafiyah Lirboyo Kediri-salah satu pondok pesantren tertua di Indonesia-ramai dengan orang yang mondar mandir sambil menenteng karpet panjang. Karpet itu dibentangkan di halaman pondok pesantren. Sebagian lainnya, sibuk mendirikan terop besar yang dipasang di depan rumah almarhum K.H. Maksum, dilengkapi dengan panggung bertuliskan “peringatan maulid dan haul ke 3 K.H. Maksum Lirboyo Kediri”.

Sesaat kemudian pondok pesantren Lirboyo didatangi ribuan orang dengan memakai kopiah dan sarung, layaknya santri. Kemudian mereka memadati halaman pondok pesantren, seraya duduk bersila dikarpet yang sudah disediakan. Orang-orang ini sengaja hadir dari berbagai penjuru nusantara seperti Sumatra, Jakarta, Jawa Tengah dan Jawa Timur sendiri, untuk memperingati haul ketiga K.H. Maksum. Menurut Imam Syamsuddin sekretaris Pagar Nusa kota Kediri mengatakan, undangan yang hadir pada acara haul Gus Maksum panggilan akrab K.H. Maksum diperkirakan kurang lebih 10.000 orang,


Pencak Silat Nahdlatul Ulama Pagar Nusa


Jujur, ihlas, sportif, berani mengabdi, teguh pendirian, dan elegan. Pangkat-pangkat inilah yang layak disandang para pendekar dari Ikatan Pencak Silat Nahdlatul Ulama (IPS-NU) Pagar Nusa.

Lagi pula para pendekar dunia persialatan ini tak terlalu butuh pangkat-pangkat basah di pemerintahan yang akhir-akhir ini ramai diperebutkan orang banyak. Para pendekarlah sebenarnya yang berada di barisan terdepan perjuangan mendapatkan ”kedaulatan” negeri ini sekalipun belakangan nama mereka tidak banyak mendapatkan tempat dalam catatan sejarah yang didominasi oleh para diplomat dan politisi.

Di tengah-tengah kerumunan ratusan pendekar berbaju, celana, dan kopyah atau julbab hitam kelam itu penulis menemukan semangat menggebu-gebu untuk memperbaiki kondisi Nusantara yang telah dikacaukan oleh ”para pendekar berwatak jahat.” IPS-NU Pagar Nusa mengadakan Kongres di Pesantren Ciganjur Jakarta asuhan KH. Abdurrahman Wahid (Gus Dur), Jum’at-Ahad (23-25 September 2005) lalu.

Menjelang pelaksanaan kongres saya sempat berbincang dengan Ketua Umum IPS-NU Pagar Nusa yang selanjutnya terpilih kembali. Dialah Prof. DR. KH. Suharbillah. Perbincagan berlangsung akrab dan sama sekali tanpa rasa takut meski saat itu penulis berhadapan dengan seorang pimpinan pendekar yang brewokan dan bertubuh besar kekar. Salah satu ucapan Kiai Suharbillah yang penting begini:

”Saya sempat mendapatkan telepon dari oknum yang mengatasnamakan pengurus wilayah Pagar Nusa. Dia mengaku menawarkan wilayahnya untuk memilih saya sebagai Ketua Umum Pagar Nusa Periode 2005-2010. Namun dia bertanya kompensasi apa yang hendak saya berikan kepada wilayah itu. Saya balik bertanya, apakah Pagar Nusa sekarang sudah seperti itu?!”

Ya. Memang dalam banyak hal paguyuban (jamaah) yang empunya kejelasan kekuatan ”fisik” dan massa menjadi bahan-bakar utama untuk menjadi alat politik, dan dengan begitu para pentolannya tergolong orang yang berpunya. Namun Pagar Nusa tidak termasuk dalam bahagian itu.

”Saya sempat menawarkan kepada para pengurus Pagar Nusa, apakah kongres ini model Ansor atau model NU. Kalau model Ansor para anggotanya di kasih sangu. Namun kalau model NU malah dimintai urunan. Ternyata warga Pagar Nusa Lebih memilih model NU,” kata Kiai Suharbillah. Dua idealtipe barusan seharusnya tidak ada, namun kadang menjadi problem ideologis yang pertama-tama harus diperbincangkan secara intern, diselesaikan sampai tuntas.

Para pengurus cabang IPS-NU Pagar Nusa berangkat ke Jakarta dari daerahnya masing-masing, Jawa dan luar Jawa, dengan biaya sendiri. Sedari awal Kiai Suharbillah berpesan, ”Kami pengurus pusat tidak menyediakan tiket. Tiketnya nanti di surga dan insyallah lebih mahal harganya.” Itupun para pengurus Pagar Nusa yang hadir dimintai iuran 100 sampai 300 ribu-an percabang; jumlah yang lumayan besar untuk kebanyakan warga Pagar Nusa.

Budaya Bangsa

Jika Jam’iyyah Nahdlatul Ulama dan kalangan pesantren mengaku sebagai penjaga tradisi, maka Pagar Nusalah anak NU yang paling cinta dengan budayanya. Misalnya saja, jurus-jurus yang ada dalam Pagar Nusa tidak harus satu barisan namun disesuaikan dengan trend pencak di daerah masing-masing dan dinamai dengan nama daerahnya. Ada jurus Cimande, Kediri, Pasuruan, dan daerah lainnya. Pagar Nusa tidak terlalu gemar mengimpor jurus-jurus silat dari Asing apalagi sampai menamai jurus silatnya dengan istilah asing yang apalagi ngetrend.

”Sama dengan pesantren yang dulu-dulu itu. Namanya selalu identik dengan nama daerahnya. Ada Pesantren Lirboyo, Tebuireng, Langitan, dan seterusnya. Inilah pesantren yang asli, bukan pesantren yang belakangan dinamai dengan memakai nama dari bahasa Arab,” kata Kiai Suharbillah.

Tema yang diusung dalam kongres Pagar Nusa kali ini adalah ”Berjuang Menegakkan Moralitas dan Budaya Bangsa.” Pagar Nusa bertekat mengisi ruangnya sendiri sekalipun ruangnya yang lama dan klasik dan tak harus sama dengan yang lain. ”Kami akan menngalakkan gerakan ekonomi di seluruh basis NU dengan cara mengampanyekan kembali semboyan cinta terhadap produk sendiri, terutama produk dari warga Nahdliyyin, dan agar kembali ke model perekonomian lama yang merakyat yakni model koprasi,” kata Kiai Suharbillah.

Para pendekar IPS-NU Pagar Nusa tidak hendak ambisius ingin menyelesaikan problem Nusantara yang semakin edan ini secara cepat dan revolusioner, namun secara pasti mengambil perannya sendiri. ”Dalam soal kenaikan BBM kami tidak ingin memihak sana-sini. Kami hanya bertugas agar konflik yang terjadi akibat kenaikan BBM tidak semakin parah,” kata Kiai Suharbillah. Semoga bisa.

(a khoirul anam)

APA ITU PAGAR NUSA ?

Nama lengkap organisasi ini adalah Ikatan Pencak Silat Nahdlatul Ulama’ Pagar Nusa disingkat IPSNU Pagar Nusa. Sedangkan Pagar Nusa sendiri merupakan akronim dari Pagar NU dan Bangsa.
IPSNU Pagar Nusa adalah satu – satunya wadah yang sah bagi organisasi pancak silat di lingkungan Nahdlatul Ulama’ berdasarkan keputusan Muktamar.
Organisasi ini berstatus lembaga milik Nahdlatul Ulama’ yang penyelenggaraan dan pertanggungjawabannya sama sebagaimana lembaga – lembaga NU lainnya.
Status resmi kelembagaan inilah yang menjadikan Pagar Nusa wajib dilestarikan dan dikembangkan oleh seluruh warga NU dengan mengecualikan pencak silat atau beladiri lainnya.
Segala kegiatan yang berhubungan dengan pencak silat dan beladiri dengan segenap aspeknya dari fisik sampai mental, dari pendidikan sampai sistem pengamanan dan lain – lain merupakan bidang garapan bagi lembaga ini.

VISI DAN MISI

Pagar Nusa ber-Aqidah ala Ahlussunnah wal Jama’ah dengan asas organisasi Pancasila. Pagar Nusa mengusahakan :
Berlakunya Ajaran Islam berhaluan Ahlussunnah wal Jama’ah di tengah-tengah kehidupan negar kesatuan Repubil Indonesia yang ber-Pancasila.
Pelestarian, pembinaan, dan pengembangan pencak silat baik seni, beladiri, mental spiritual, maupun olahraga / kesehatan khususnya di lingkungan NU maupun di lingkungan warga bangsa lain pada umumnya.

ANGGOTA
Keanggotaan diatur dalam Peraturan Dasar dengan kriteria mudah yaitu warga Nahdlatul Ulama’ :
Mulai kanak – kanak sampai sesepuh ( batasan usia )
Dari yang belum mengenal pencak silat sampai yang mahir ( batasan kemampuan )
Sistem penjenjangan anggota dll, disesuaikan dengan kemampuan, usia, dan kebutuhan

MATERI PENCAK SILAT
Materi Pencak Silat Pagar Nusa Bakudi susun oleh tim yang terdiri dari dewan dan sumber lain dari berbagai aliran asli dari seluruh Indonesia seperti Cimande, Cikaret, Cikampek, Cikalong, Minang, Mandar, Mataram, dll. secara sistematis dengan metode modern.
Penyusunan jurus baku, baik fisik maupun non fisik dilakukan secara bertahap, memakan waktu bertahun – tahun dan sampai kini masih dilakukan penggalian – penggalian untuk paket selanjutnya.
Materi baku telah dilengkapi Buku Panduan bergambar, Kaset, dan VCD, dapat dibeli di bagian perlengkapan pusat.

FISIK BAKU
Gerak Dasar
Paket Kanak – kanak ( setingkat TK )
Paket I A & B ( setingkat SD )
Paket II A & B ( setingkat SMP )
Paket III A & B ( setingkat SMU )
Paket Beladiri ( setingkat perguruan tinggi )
Pencapaian jurus fisik baku menjadi tolak ukur tingkatan sebagai jenjang latihan. Warna Dasar Badge pada sabuk tingkatan menyesuaikan dengan penjenjangan tersebut.
Pendalaman = Seni Festival, Lomba, dll.
= Beladiri Terapan, Keamanan, dll.
= Olahraga Pertandingan, Senam Massal, dll.
= Kesehatan Pijat, Pernafasan, Obat, dll.
= Dan Lain – Lain.

NON FISIK BAKU
Ijazah
Jurus Asma’ul Husna
Jurus Taqorrub
Pendalaman = Pengisian Badan Langsung / Instan
Pengisian Bertahap Sesuai Jurus
Pengisian Barang
Pengobatan Non Fisik
Atraksi
Do’a
dll.

MANFAAT
Bergabung dengan Pagar Nusa bermanfaat, baik sosio kultural, edukatif maupun personal.

PERANGKAT LPS NU PAGAR NUSA

Disamping Struktur kepengurusan, Pagar Nusa memiliki perangkat organisasi yang dibentuk hanya ditingkat pusat sbb :

DEWAN BESAR GURU KHOS
Yaitu Ulama – Ulama Sepuh yang sangat mumpuni baik lahir maupun batin yang menjadi rujukan terakhir bagi keputusan – keputusan penting dan merupakan back up utama LPSNU
Dewan Besar Guru Khos antara lain :